Rabu, 18 Juli 2012

Seni Budaya .Seni Rupa

 Pengertian Seni
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,  Pengertian Seni, memiliki tiga arti antara lain:
a. Seni diartikan halus, kecil dan halus, tipis, lembut dan enak didengar, mungil dan elok.
b. Keahlian membuat karya bermutu (dilihat dari segi keindahan dan kehalusannya)
c. kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi
Pengertian Budaya
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta (Buddayah), dan bentuk jamaknya adalah Budi dan Daya.
 1. Budi   : artinya akal, pikiran, nalar
 2. Daya  : artinya usaha, upaya, Ikhtiar
    Jadi kebudayaan adalah segala akal pikiran dalam berupaya atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Teori Seni Rupa Menurut Para Tokoh

  1. Ki. Hadjar Dewantara
    Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia,
  2. Herbert Read
    Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan,
  3. Ahdiat Karta Miharja
    Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang lain. 
  4. Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

    Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

    Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni/karya seni sudah ada sejak 60.000 tahun yang lampau. Bukti ini terdapat pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Artefak/bukti ini mengingatkan kita pada lukisan moderen yang penuh ekspresi. Hal ini dapat kita lihat dari kebebaan mengubah bentuk. Satu hal yang membedakan antara karya seni manusia Purba dengan manusia Moderen adalah terletak pada tujuan penciptaannya. Kalau manusia purba membuat karya seni/penanda kebudayaan pada massanya adalah semat-mata hanya untuk kepentingan Sosioreligi, atau manusia purba adalah figure yang masih terkungkung oleh kekuatan-kekuatan di sekitarnya.

    Sedangkan manusia moderen membuat karya seni/penanda kebudayaan pada massanya digunakan untuk kepuasan pribadinya dan menggambarkan kondisi lingkungannya “mungkin”. Dengan kata lain manusia moderen adalah figure yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai cakrawala berfikir yang lebih luas. Semua bentuk kesenian paa jaman dahulu selalu ditandai dengan kesadaran magis; karena memang demikian awal kebudayaan manusia. Dari kehidupan yang sederhana yang memuja alam sampai pada kesadaran terhadap keberadaan alam.

    Matius Ali dalam Estetika, Sebuah Pengantar Filsafat Keindahan, membagi seni dalam 3 kategori, yaitu:
    a. Teori Mimesis yang disampaikan oleh para filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles, menurut teori ini, seni adalah tiruan atau menirukan alam
    b. Teori Ekspresi Seni Modern, Seni adalah ungkapan emosi atau ungkapan perasaan seniman
    c. Teori Cita Rasa, seni bukanlah keindahan, tetapi merupakan pengalaman atau perasaan seseorang                                                                                                                                            Definisi Seni dari Segala Sudut Pandang
  5. Ketrampilan mengolah sesuatu menjadi karya yang menawan
  6. Ungkapan jiwa dan perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada dan syair
  7. Pada mulanya adalah proses dari manusia, oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu
  8. Kreatifitas yang telah ada ( alamiah ) maupun diciptakan manusia diberbagai macam hal di dunia
  9. Barang/karya/hasil dari sebuah kegiatan
  10. Kebebasan berkarya yang dilatar belakangi oleh jiwa
  11. Senjata hidup para pelaku seni ( sniman )
  12. Ekspresi yang dicurahkan dari dalam jiwa manusia
  13. Hasil aktifitas seseorang
  14. Istilah yang digunakanuntuk semua karya yang dapat menggugah hati untuk mencari tahu siapa penciptanya
  15. Penyampaian gagasan, sensasi, dan perasaan dengan seefektif mungkin
  16. Salah satu tolak ukur kapasitas ke-melankolis-an manusia
  17. Kekayaan yang mutlak ada pada diri manusia tersebut, tinggal bagaimana manusia tersebut dapat mengolahnya menjadi asset yang berharga atau hanya menjadi kekayaan yang disfungsi
  18. Penjelasan rasa indah yang terkandung dalam jiwa setiap manusia, dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indra pendengar ( seni suara), penglihatan( seni lukis ), atau dilahirkan dengan perantara gerak ( seni tari, drama)
  19. Segala sesuatu yang berkaitan dengan karya cipta yang dihasilkan oleh unsure rasa
  20. Pengekspresian cita rasa yang diluapkan dalam satu karya yang dapat dikatakan unik
  21. Kegiatanatau hasil pernyataan perasaan keindahan manusia
  22. Suatu karya yang mempunyai daya tarik tersendiiri
  23. Keindahan yang bersifat unik dan dilampiaskan dengan suatu karya
  24. Luapan psikologi manusia yang dikembangkan lewat pemikiran yang kreatif dan cerdas
  25. Rangkaian dari kemauan, inspirasi, dan karya manusia
Dari segala definisi yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi seni yang sejatinya adalah segala hal indah yang dirasakan oleh jiwa manusia dan diungkapkan melalui sebuah karya dengan berbagai media. – (Sumber: Ekonomi.Kompasiana.Com)
 
Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume,warna, tekstur, danpencahayaan dengan acuan estetika. 
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni, kriya, dan desain.
Seni rupamurni ( Fine Art) mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya  dan desain secara umum dikelompokan kedalan seni rupa terapan ( Aplied art)
Seni Rupa Menurut Fungsinya :
  • Seni Rupa Murni (Fine Art) :
    Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan fungsi/ kegunaannya.
    Contoh : seni lukis, seni patung.                                                                                                           * Seni Lukis : Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaan.                                                                                                                                      * Seni Patung
    Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini termasuk seni murni yang diciptakan untuk mengungkapkan ide-ide dan perasaan dari seniman yang mempunyai nilai estestis yang tinggi.
    Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
  • Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):

    * Seni Kriya
    Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun untuk hiasan. Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang dagangan.


    * Seni Reklame
    Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk, poster, dll



Aliran–aliran seni rupa
Pada abad ke 17 di Eropa, kaum bangsawan, kelompok menengah dan gereja sebagai patron bidang kesenian. Seni berkembang mejadi lebih realistik dan narturalistik serta langsung menyentuh perasaan pengamatnya, serta ukurannya besar, gaya ini disebut sebagai gaya Baroque.

a. Neo Klasik
Sebagai reaksi gaya Baroque dan Racoco, muncul pandangan baru tentang estetika. Dalam seni lukis para seniman berupaya menggali kembali ide-ide estetik zaman klasik Yunani dan Romawi. Untuk itu pelukis merekonstruksi bentuk-bentuk patung Yunani dan Romawi ke dalam lukisannya karena peninggalan lukisan tidak banyak. Maka lahirlah pandangan baru dalam mengungkapkan gagasan yang disebut Neo Klasik. Cirinya adalah memiliki komposisi statis dan suasananya mencekam dengan sedikit menampilkan obyek.



b. Romantisme
Romatisme lahir juga sebagai reaksi atas kebiasaan mencipta dalam seni rupa yang mengutamakan emosi dan imajinasi dari pada logika dan harmoni dari nilai-nilai klasik. Hal ini berbarengan dengan lahirnya paham Neoklasik, perbedaaanya adalah pada esetetika Neoklasik cenderung impersonal, sedangkan estetika Romantik lebih menonjolkan perasaan sendiri ketika melihat suatu suasana atau kejadian atau potensi bahan yang digunakan.

c. Realisme
Di Perancis pada sekitar tahun 1850 hingga 1875 ada pendekatan baru dalam melukis, Sebelumnya seniman hanya mengandalkan imajinasi dan perasaannya dalam berkarya, pendekatan baru ini menginginkan pengungkapan kondisi yang nyata dari apa yang dilihat tanpa tambahan idealisme senimannya.

d. Impresionisme
Pada pameran yang diselenggarakan pada tahun 1863 di Salon resmi di Perancis, lukisan realisme oleh para juri dan kurator akademis dianggap tidak baik, termasuk lukisannya Eduard Manet yang berjudul Déjeuner sur l’Herbe . Menurut Manet keindahan lukisan terletak pada keindahan warna, gelap terang/cahaya, pola, dan brushstroke-nya pada permukaan kanvas. Pernyataan Manet ini mendapat dukungan dari seniman lainnya, mereka menolak penggambaran ceritera, dan suasana realistik. Sebagai gantinya mereka mencari kesan cahaya yang sebentar menerpa obyek dalam waktu dan kondisi yang berlainan.

e. Post-Impresionisme
Paham impresionisme terus berlanjut dan melahirkan paham baru yang dimotori oleh Cezanne. Ia menolak pandangan sebelumnya terutama penggunaan perspektif sejak zaman Renaissance dan pandangan kaum impresionis yang melukiskan kesan cahaya pada benda, ia ingin mengembangkan seni rupa dua dimensional dari goresan, ia membuat lapisan-lapisan ruang, bentuk geometris, irama warna, garis dan bentuk dengan hati-hati menyusun hubungan-hubungan bentuk dalam bidang lukisan.



f. Expresionisme
Disebut ekspresionisme karena senimannya menjelajah ke dalam batin, sehingga apa yang diungkapkan adalah bentuk psikologis dari senimannya. Hal ini nampak pada karya Edvard Munch dengan judul The Scream dibuat dengan media campuran cat minyak, pastel dan kasein. Munch mengungkapkan rasa takut yang dialaminya melalui tarikan garisdan warna bergelombang memenuhi bidang lukisannya. Kaum ekspresionis melukiskan emosinya dengan goresan dan warna diiringi oleh ledakan emosi pada perasaannya.


g. Fauvisme
Fauvisme lahir ketika seklompok pelukis dipimpin oleh Matisse mengadakan pameran pada tahun 1901 di Perancis. Karya lukisan yang dipamerkan dianggap sangat revolusioner karena pembaharuannya dalam menampilkan konsep estetiknya oleh karena itu kelompok ini dijulukis le Fauves atau the Wild beast. Mereka meninggalkan semua konsep deskriptif naturalistik dalam pengunaan warna dan dalam bebera-pa hal juga penggunaan bentuk. Sebaliknya mereka menggunakan unsur-unsur seni rupa tersebut sebagai unsur atau ekspresi dari esensi tentang sesuatu, bebas dari asosiasi yang ketat tentang lingkungan yang dikenal sebagaimana halnya seni lukis realis dan naturalistik. Dengan demikian mereka memberi warna benda bukan warna benda yang dilihat sebagaimana pelukis realis dan naturalis, mereka memberi warna-warna benda sesuai dengan kemauan dan selera mereka dalam menafsirkannya untuk mencapai harmoni dan kesatuan.

h. Kubisme
Kubisme dikembangkan oleh Picasso dan Georges Braque, sebenarnya dimulai oleh Cezanne tentang konsepnya dalam memandang obyek lukisannya, yaitu bahwa bentuk yang kita lihat dapat dikembalikan kepada bentuk aslinya yaitu bentuk geometris. Pada periode sebelumnya Picasso mengungkapkan gagasan dalam lukisannya masih terikat dengan bentuk-bentuk senyatanya, ia hanya berkiprah dalam pembaharuan warna mengikuti emosi dan perasaannya dalam mengungkapkan obyek yang diamatinya. Selanjutnya pada tahun 1907 ia terinspirasi oleh konsep geomaterisnya Cezanne dan bentuk-bentuk stilisasi patung dari Afrika. Dengan mengkombinasikan kedua hal tersebut ia mengembangkan gaya seni lukis baru yang disebut kubisme. Kubisme merupakan seni rupa yang dihasilkan karena studi terhadap seni-seni purba, konsep-konsep seni tersebut diungkapkan dalam bahasa rupa baru. Salah satu konsepnya adalah menggambarkan beberapa sudut pandang sekaligus dalam sebuah lukisan, misalnya pandangan depan, samping dan atas. Hasilnya memang bukan benda sebagaimana yang dilihat tetapi susunan unsur-unsur dari obyek benda yang dilukis. Kubisme dibedakan menjadi Kubisme Analitik cenderung memecah-mecah obyek kemudian menyusun kembali dalam susunan berbeda serta tidak mementingkan warna. Kubisme Sintetik merupakan lanutan dari Kubisme Analitik tetapi lebih memberikan penekanan kepada unsur-unsur rupa seperti warna dan tekstur. Akibat dari pemecahan obyek dan penyusunan kembali, lukisan obyek menjadi lain dari penampakan aslinya, inilah salah satu cara membuat abstraksi terhadap suatu kenyataan obyek.
i. Futurisme
Di Italia pada tahun 1910 muncul reaksi oleh kelompok seniman yang dipelopori oleh Marcel Ducamp terhadap industrialisasi dan perubahan gaya hidup modern yang serba bergerak dan berubah sangat cepat. Komsepsi estetiknya adalah berupaya menangkap karakteristik dari kekuatan, kecepatan dan perubahan dalam kehidupan modern.

j. Seni Abstrak
Pada tahun yang sama dengan perkembangan futurisme, Vassily Kandinsky pelukis kelahiran Rusia mengembangkan seni lukis dengan konsepsi abstraksinya, bahwa seni lukis harus bebas dari arti, representasi naturalistik, dan standar estetik yang bersifat akademis. Ia menggunakan warna-warna lepas dari asosiasi fenomena bentuk duniawi, tetapi menggiring pengamat lukisannya kepada realitas spiritual yang nonmaterial.

k. Abstrak Ekspresionisme
Aliran ini berkembang di Amerika Serikat setelah perang dunia II. Para eksponennya menolak keterikatan yang ada dalam seni-seni rupa yang telah ada. Karya mereka menekankan kepada ekspresi spontanitas dari gerakan tubuh, dan semua ruang dalam kanvas adalah penting.

l. Dadisme
Pada tahun 1916 di Zurich Jerman lahir kelompok ekstrim dalam berkesenian, mereka anti rasional dan anti estetik. Kelompok tersebut bernama Dada yang tidak memiliki arti beranggotakan seniman seni rupa dan sastra. Sesuai dengan idenya, kelompok Dada menjungkir-balikkan nilai-nilai seni yang telah mapan, karya-karyanya kadang-kadang humor
dengan menambahkan sesuatu pada tiruan sebuah karya terkenal, misalnya lukisan Monalisa diberi kumis, memanfaatkan barang-barang bekas dan semuanya menentang analisis logika dan kelaziman nilai seni secara tradisional yaitu estetika yang diciptakan oleh seniman.

m. Surealisme
Perkembangan selanjutnya adalah lahirnya aliran Surealisme dalam seni rupa di antara masa perang Dunia I dan II. Berlandaskan kepada teori Sigmund Freud tentang alam bawah sadar, para seniman menggunakannya sebagai sumber gagasan dalam melahirkan image yang unik, yaitu apa yang ada jauh di dalam alam pikiran manusia. para pelukis memanfaatkan bentuk-bentuk nyata menjadi bentuk-bentuk dalam mimpi yang tidak logis. Surealism sebenarnya akronim dari Super-realism, sebab apa yang diungkapkan dalam lukisan merupakan hal-hal diluar kenyataan. Bagi kaum surealis seni tidak dapat diciptakan ketika kita berada dalam pikiran sadar dan logis dengan berbagai bentuk reasoning, seni yang baik dapat lahir dari alam bawah sadar manusia yang tidak logis tanpa reasoning.

n. Pop Art
Kata Pop Art merujuk kepada suatu perkembangan gaya seni modern antara 1956 dan 1966 di London Inggris dan berimbas ke New York di Amerika. Dalam perkembangannya Pop Art memiliki tiga karakteristik utama yaitu, pertama, Pop Art adalah figuratif dan realis. Kedua, Pop Art lahir di lingkungan perkotaan dan melihat kepada apa yang ada di lingkungan tersebut. Oleh karena itu para seniman menggunakan bahanbahan dari obyek yang sedang populer di masyarakat perkotaan khususnya yang berbau komersial seperti komik, kartun, gambar majalah, iklan, kemasan dalam berbagai jenisnya kaleng minuman, barang-barang bekas; dunia pertunjukan pop termasuk film Hollywood, musik pop, radio, televisi dansebagainya. Ketiga, seniman pop yang menggunakan bahanbahan tersebut dengan cara sedemikian rupa, memilih bahan yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk menarik perhatian pengamat.

o. Realisme Baru
Dalam hingar-bingar perkembangan seni rupa kontemporer terutama seni abstrak, beberapa seniman kembali kepada seni dengan garapan yang lebih realistik terhadap obyek-obyek nyata tetapi bukan yangtradisional. Mereka melakukan eksplorasi terhadap obyek-obyek industri seperti toko, restoran, mobil, manusia dengan ciri-ciri khusus. Ungkapan bentuk-bentuknya menjadi super-realistik dengan keterampilan teknik dan kecermatan yang tinggi sehingga mirip hasil fotografi. Untuk mendapatkan teknik melukis realisnya seniman menggunakan alat-alat teknologi seperti proyektor untuk membuat sketsa dari obyek yang digambar agar mendapatkan akurasi bentuknya.

p. Seni Instalasi
Konsep seni pada saat ini terus berkembang, apapun yang dikatakan dan dihasilkan oleh seniman dapat dipandang sebagai seni; museum dan galeri tidak lagi hanya memamerkan lukisan dan patung, tetapi suatu desain tiga dimensi yang dipasang hanya untuk beberapa waktu kemudian dibongkar. Selain itu ada pula yang memanfaatkan lingkungan alam, gedung, benda-benda yang ada dalam kehidupan manusia dibungkus dengan kain, ada pula lingkungan alam dibentuk atau diberi asesoris dengan benda-benda yang telah ada dalam skala besar. Seni rupa yang demikian disebut seni instalasi. Instalasi berasal dari bahasa Inggris installation yang berarti memasang, menyatukan dan mengkon konstruksikan. Dalam kegiatannya seni instalasi memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu.

3. Rangkuman
·         Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.
·         Secara umum, seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni, kriya, dan desain.
·         Seni rupa mancanegara yang banyak memberikan pengaruh penting terhadap seni rupa Indonesia adalah seni rupa India, Cina, Mesir, Yunani, Romawi, Jepang, dan Maya di Amerika.
·         Seni lukis dunia tidak terlepas dari perkembangan zaman prasejarah, klasik, pertengahan, dan renaissance.
·         Aliran–aliran seni rupa meliputi Neo-Klasik, Romantisme, Realisme, Impresionisme, Post-Impresionisme, Ekspresionisme, Fauvisme, Kubisme, Futurisme, Seni Abstrak, Abstrak Ekspresionisme, Dadisme, Surealisme, Pop Art, Realisme Baru, Seni Instalasi.

WARNA
Ada beberapa pendapat yang mencoba menjelaskan tentang warna, namun yang menonjol dan aplikatif dalam bidang seni rupa adalah teori cahaya dan teori pigmen. Teori cahaya dipelopori oleh Sir Isaac Newton yang mengatakan bahwa warna yang kita Iihat pada suatu benda berasal dari cahaya putih matahari. Hal ini dibuktikannya dengan membiaskan cahaya putih itu dengan prisma kaca. Hasil yang keluar dari prisma itu berupa tujuh spektrum warna.  Selanjutnya menurut teori itu kita dapat melihat warna sebuah benda karena benda tersebut menyerap dan memantulkan spektrum warna ke mata kita.
Dalam teori pigmen dinyatakan bahwa warna itu terdapat pada pigmen dan hanya ada tiga jenis warna pokok,yaitu merah, biru dan kuning. Warna-warna itu tidak bisa didapat dengan mencampur, warna-warna tersebut adalah warna murni. Dalam perkembangannya warna dikelompokkan menjadi tiga, yakni warna primer, warna sekunder dan warna tertier. Warna primer merupakan warna induk karena warna sekunder didapat dengan mencampur warna-warna primer sedang warna tertier didapat dengan mencampur warna primer dan sekunder. Tiga kelompok warna itu tersusun dalam lingkaran warna dan lingkaran warna tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dasar penggunaan warna. Uraian selanjutnya tentang warna dalam buku ini adalah berdasarkan teori Prang.


Perhatikan bagan lingkaran warna di bawah ini!

Masih banyak lagi warna yang akan muncul jika warna primer digabungkan dengan warna primer lainnya dengan komposisi tertentu. Demikian pula jika warna primer jika ditambahkan dengan warna sekunder. Seorang seniman biasanya terus menerus melatih diri dengan menambah-nambahkan warna dan mengingatnya sebagai pengalaman pribadi.

3. Rangkuman
  • Teori cahaya dipelopori oleh Sir Isaac Newton yang mengatakan bahwa warna yang kita Iihat pada suatu benda berasal dari cahaya putih matahari.
  • Dalam teori pigmen dinyatakan bahwa warna itu terdapat pada pigmen dan hanya ada tiga jenis warna pokok,yaitu merah, biru dan kuning.
  • Warna primer, sekunder, dan tertier tersusun dalam lingkaran warna dan lingkaran warna tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dasar penggunaan warna.

a)   Lingkaran warna, Harmoni warna, Kontras,Monokromatik dan Anologus

Memilih dan mengkombinasikan warna itu sifatnya sangat pribadi, pertanyaan tadi maksudnya untuk mengetahui apakah ada pedoman dalam penyusunan kombinasi warna. Ada beberapa kunci untuk mendapatkan warna  yang serasi yaitu monokromatik, analogus dan komplementer.
Monokromatik, susunan warna ini berdasarkan satu hue; 'mono' berarti satu dan 'kromatik' berarti warna. Dalam kombinasinya menggunakan satu nada warna, yaitu hue murni ditambah dengan tint dan shade. Keharmonisan mudah dicapai, namun perlu variasi dalam unsur lainnya agar tidak membosankan.
Analogus, susunan warna yang terdiri dari dua sampai empat warna yang bersebelahan dalam lingkaran warna dengan satu warna primer. Susunan warna ini juga mudah untuk mendapatkan harmoni karena hampir semuanya memiliki nada warna yang sama, misalnya ungu memiliki unsur biru, ungu biru memiliki unsur yang sama pula. Pada susunan berikut biru merupakan aksen yang tidak kontras sehingga harmoni tidak sulit untuk didapat.
Komplementer, yaitu susunan warna yang berhadapan dalam lingkaran warna. Skema warna ini terdiri beberapa macam. Warna komplemen pada dasarnya adalah warna kontras, apabila disusun secara tepat dapat sangat menarik perhatian, namun sebaliknya jika kontras tidak dapat dikontrol dapat menyebabkan tidak nyaman pada penglihatan.

3. Rangkuman
  • Monokromatik, susunan warna dengan kombinasi menggunakan satu nada warna
  • Analogus, susunan warna yang terdiri dari dua sampai empat warna yang bersebelahan dalam lingkaran warna dengan satu warna primer.
  • Komplementer, susunan warna kontras yang berhadapan dalam lingkaran warna.
  • Periodisasi Seni Rupa Indonesia
Claire Holt kesulitan untuk secara tegas membagi tahap perkembangan seni budaya Indonesia, karena setiap daerah perkembangannya tidak sama. Ada daerah yang masih berada dalam tahap zaman prasejarah, ada daerah yang telah memasuki zaman modern. Namun, ia berusaha membuat periodesasinya sebagai berikut.

-       Pra sejarah
Zaman prasejarah rentang waktunya sangat panjang sampai manusia mengenal tulisan yang kemudian disebut zaman sejarah. Zaman prasejarah Indonesia berakhir pada abad keempat dengan diketemukannya tulisan berupa prasasti pada batu. Zaman prasejarah Indonesia diklasifikasikan menjadi beberapa zaman sebagai berikut.

a.   Zaman Paleolithikum (Zaman Batu Tua), rentang waktunya tidak jelas, wujud dan ciri peninggalannya adalah berupa alat-alat batu yang dipecah secara kasar dan diduga digunakan sebagai alat pemotong, penumbuk, dan kapak. Periode ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah kemanusiaan, pada zaman ini manusia hidup tidak menetap atau nomaden yaitu berpindah-pindah sebagai pemburu dan pengumpul makanan, tinggal dalam gua, menggunakan alat batu untuk keperluannya sehari-hari seperti alat pemotong, alat pemecah (flates). Mereka sudah menggunakan api dan memiliki sistem kepercayaan dengan berpusat kepada magic dan supranatural.

b.    Zaman Mesolithikum (Zaman Batu Pertengahan), rentang waktunya juga tidak jelas diperkirakan 10, 000 tahun yang lalu. Wujud dan ciri peninggalannya berupa benda-benda terbuat dari tulang, kerang, dan tanduk, serta lukisan pada dinding batu dan gua, banyak terdapat di Indonesia Timur. Manusia zaman ini sudah mulai bercocok tanam dan memlihara ternak. Mereka hidup berkelompok, menggunakan panah untuk berburu dan membuat manik-manik serta gerabah. Selain itu mereka juga membuat lukisan pada dinding gua-gua berupa bentuk tangan, kaki, serta binatang seperti kadal, kurakura, burung, dan benda-benda langit berupa matahari, bulan, serta perahu.

c.    Zaman Neolithikum ( Zaman Batu Baru), diperkirakan rentang waktunya mulai dari 2500 S.M – 1000 S.M. Periodesasinya berbeda secara geografis, misalnya Asia Tenggara berbeda dengan Asia Barat Daya. Peninggalan zaman ini di Indonesia diperkirakan banyak dipengaruhi oleh imigran dari Asia Tenggara berupa pengetahuan tentang kelautan, pertanian, dan peternakan berupa kerbau, babi, dan anjing. Alat-alat berupa gerabah, alat pembuat pakaian kulit kayu, tenun, teknik pembentukan kayu dan batu dalam bentuk mata panah, lumpang, beliung, hiasan kerang, gigi binatang, dan manik-manik. Seiring dengan berkembangnya ke-terampilan dan kemampuan bercocok tanam yang dibantu oleh kerbau untuk membajak tanah, kerbau juga dijadikan sebagai binatang simbolik tentang kekuatan dan kekuasaan.
d.    Zaman Megalithikum (Zaman Batu Besar), pada zaman ini peninggalan yang menonjol adalah bentuk-bentuk menhir atau tugu peringatan, tempat duduk dari batu, altar, bangunan berundag, peti kubur atau sarkopagus, bentuk-bentuk manusia, binatang yang dipahat pada batu-batu dengan ukuran besar. Peninggalan ini banyak terdapat di Sulawesi Tengah.

e.    Zaman Perunggu (Zaman Logam), waktunya diperkirakan kurang lebih 300 S.M. Peninggalan-peninggalan yang nyata dari zaman ini adalah berupa peralatan yang dibuat dari perunggu. Gambar-gambar tentang burung terdapat pada genderang, burung enggang memiliki hubungan dengan kepercayaan hidup setelah kematian dan kebangkitan. Sehubungan dengan itu burung merupakan simbol dari dunia atas, kepercayaan ini terdapat di Kalimantan dan Sumatera Utara. Selain bentuk burung peninggalan zaman perunggu yang menonjol adalah benda yang disebut Nekara diduga sebagai alat upacara.

-     Sejarah
Zaman sejarah Indonesia ditandai oleh penemuan tulisan pada prasasti batu. Sebelum diketemukan prasasti tersebut sejarah Indonesia seakan gelap karena tidak adanya petunjuk yang authentik tentang keberadaan budaya yang sebenarnya telah berkembang jauh sebelum ada prasasti. Ada sementara orang mengatakan bahwa di Indonesia sebenarnya telah dikenal budaya tulis-menulis dengan huruf sebelum adanya huruf yang diperkenalkan dari luar Indonesia, amun sayangnya bukti yang sah mengenai hal itu belum diketemukan sampai saat ini, huruf-huruf etnis yang ada seperti di Sumatera Utara, di Lampung, dan di Sulawesi Selatan belum diteliti keberadaannya. Sistem kepercayaan memang telah ada jauh sebelum agama-agama dari luar masuk ke Indonesia, namun hal itu tidak diakui sebagai agama karena tidak memenuhi kriteria dibanding agama yang ada saat ini.

a.       Zaman Penyebaran Agama Hindu
Zaman sejarah Indonesia mulai dikenal dengan munculnya kerajaankerajaan yang bernafaskan Hindu. Hal ini ditandai dengan diketemukannya prasasti-prasasti pada batu yang menggunakan huruf Palawa di dekat Sungai Cisedana Bogor Jawa Barat, di Kutai Kalimantan.

b. Zaman Penyebaran Agama Islam
Perkembangan agama Islam di Indonesia diperkirakan mulai tahun 1250 hingga sekarang. Hal ini diawali dari daerah pesisir Sumatera dan Jawa, dimana daerah pesisir merupakan kota pelabuhan dan perdagangan. Penyebaran Islam dilakukan oleh para pedagang dari Parsi dan Gujarat. Menurut Holt pada awal abad ke – 16 kerajaan Islam di pantai Utara Jawa Tengah merebut kekuasaan Majapahit. Pada akhir abad – 16 muncul kerajaan Islam Mataram sebagai suatu kesultanan, kemudian setelah Belanda menduduki Indonesia kerajaan tersebut di-pecah menjadi kerajaan kecil yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

c. Zaman Pengaruh Kebudayaan Eropa
Masuknya pengaruh kebudayaan Eropa dimulai juga melalui aktivitas perdagangan dengan bangsa Portugis pada pertengahan abad 16. Komoditas utama yang diperdagangkan adalah rempah-rempah, selanjutnya disusul oleh kedatangan bangsa Belanda, Spanyol, dan Inggris. Persaingan ketat dari ketiga bangsa tersebut dalam perdagangan di Indonesia akhirnya dimenangkan oleh Belanda dengan mendirikan VOC. Dari awalnya berdagang berlanjut menjadi pendudukan dan menguasai pemerintahan berkepanjangan hingga tiga setengah abad dan berakhir tahun 1945. Peninggalan Belanda yang paling penting diwarisi Indonesia saat ini adalah Agama Katholik dan Kristen, system pendidikan, serta beberapa infrastruktur berupa jalan dan bangunan fisik.
Pengaruh seni rupa Barat diduga telah mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-16 dibawa oleh para pedagang V.O.C yang digunakan untuk hadiah kepada para pembesar kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti lukisan besar yang diberikan kepada seorang raja di Bali, Sultan Palembang, dan raja Surakarta.
d. Zaman Kemerdekaan
Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, namun baru berdaulat penuh pada tahun 1950. Guna mengembangkan kreativitas, seni rupa diterapkan saat pawai-pawai pembangunan. Selain itu, bangunan-bagunan peninggalan Belanda mulai diubah motif ukirnya, bahkan ada yang merobohkannya untuk membuat bangunan baru.

e. Seni Rupa Etnis Indonesia
Seperti yang telah diketahui bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni budaya yang sangat kaya, dari sekian banyak itu ada beberapa yang termasuk seni rupa yang menonjol untuk diperhatikan dan dibahas secara lebih khusus, di antaranya adalah batik, wayang, dan keris. Ketiga jenis seni rupa ini sangat populer hingga ke manca negara.

 Rangkuman
§  Seni rupa Indonesia dibabakkan menjadi: prasejarah dan sejarah.
§  Zaman prasejarah meliputi Zaman Paleolithikum (Zaman Batu Tua), Zaman Mesolithikum (Zaman Batu Pertengahan), Zaman Neolithikum ( Zaman Batu Baru), Zaman Megalithikum (Zaman Batu Besar), Zaman Perunggu (Zaman Logam),
§  Zaman sejarah meliputi Zaman Penyebaran Agama-Agama India, Zaman Penyebaran Agama Islam, Zaman Pengaruh Kebudayaan Eropa, Zaman Kemerdekaan, Seni Rupa Etnis Indonesia.




 

1 komentar: